DNNY LDN HDYT

ASK ME ANYTHING HERE YES.Archive

Thompson’s Story

Di sebuah kota yang hanya memiliki satu musim, yaitu musim hujan, tinggalah seorang anak kurus kering dan berambut brunet, yang selalu terdapat ingus di hidungnya, anak itu bernama thompson, thompson tinggal bersama adiknya bernama aston, anak kecil bertubuh gemuk dan berambut pirang yang senang bercanda, mereka tinggal di sebuah tempat penampungan anak di gang bernama gibbley glare, gibbley glare bukanlah sebuah tempat yang indah untuk di tinggali, bau got yang selalu meluap ke dalam tempat penampungan, lalat yang terdapat dimana-mana, dan bangkai tikus yang tersebar di sepanjang jalannya.

Pada saat itu, thompson dan adiknya sedang berdiri di dekat tiang lampu penampungan di dekat daerah penampungan, dimana di dekat lampunya, terdapat banyak serangga yang sedang berterbangan juga hinggap di bagian-bagian pinggiran lampu, di bawah kaki tempat mereka berdiripun terdapat banyak bangkai serangga bersayap yang sudah tidak berbentuk lagi. Dimana thompson berada disanalah aston berada, saat itu thompson sedang membakar sebuah rokok yang dia curi dari pekerja pembersih gedung penampungan, dia mulai membakarnya menggunakan korek api kayu, dia mulai menghisap rokok tersebut, aston hanya terdiam melihat kakaknya merokok, dikarenakan emang sebelumnya aston tidak pernah melihat kakaknya merokok, aston pun berkata, “kakak, apa kakak tidak takut di marahi?” ucapnya gundah. Thompson pun tidak mendengarkan perkataan sang adik, dan terus menghisap rokoknya dengan sangat cepat, dikarenakan takut ketahuan oleh penjaga penampungan.

Habis sudah batang pertama, dia mulai mengambil batang kedua dari dalam bungkus rokok yang ia taruh di dalam celana dalam nya, dia mulai membakar batang ketiga. setelah batang ketiga habis, thompson pun mulai membakar rokok keempat, dan dalam hitungan detik, dia membakar kembali rokok berikutnya, menghisap dan membakar rokoknya terus. Adiknya terengah melihat kelakuan kakaknya yang tidak bisa berhenti merokok, pada akhirnya aston berkata pada kakaknya, “hentikan lah merokokmu itu! bukan kah itu sudah mulai terlalu banyak!”, thompson hanya diam dan tidak menghiraukan perkataan adiknya dan terus merokok tanpa berhenti sejenak, adiknya pun mulai kesal terhadap perilaku kakaknya mulai tidak karuan, dan aston pun berkata dengan nada tinggi “Hentikan! atau aku laporkan kepada ketua penampungan!”, thompson terdiam sejenak, beberapa detik kemudian thompson melanjutkan kegiatan merokok ‘gila’ nya. Aston mulai jengkel dan berjalan kearah kakaknya dan mengambil paksa rokok dari tangan kakaknya, thompson marah, dan menusukan jari nya kedalam mata sebelah kiri adiknya, adiknya teriak kesakitan, dan adiknya pun mengambil ranting dan menusukan ranting kedalam kuku kakaknya, thompson meringis kesakitan, dari dalam mata adiknya keluar sebuah kayu berbentuk akar, mulai dari ujung jari sampai lengan thompson dililit oleh akar tersebut, akar tersebut seperti memakan tangan thompson, thompson menjerit kesakitan, dan dari kuku thompson mulai keluar darah berwarna biru seperti tinta, yang akhirnya disusul keluarnya pecahan kaca, thompson mulai kesakitan, dari mata thompson mengeluarkan asap rokok begitu banyak, sampai-sampai suasana sekitar menjadi berkabut, mereka terdiam, dengan masih posisi sebelumnya, tangan thompson di dalam mata aston, aston pun tersenyum ke arah kakaknya, dan kakaknya tersenyum juga ke arah adiknya, mulut mereka berputar 180 derajat, gigi dan gusi tetap diam di tempat, mereka tertawa terbahak-bahak berbarengan, sampai akhirnya kaki mereka mulai menjadi akar, memakan lutut mereka, mulai sampai pinggul dan perut, aston berkata pada kakaknya, “ayo kakak, mari kita merokok bersama” thompson tidak berkata apa-apa, thompson mengangguk dan tersenyum, mereka saling membantu dalam menghidupkan rokok masing-masing, dan akhirnya semua akar pohon tersebut telah memakan mereka, dan berubah penjadi sebatang pohon yang berasap, terdengar suara tawa mereka dari dalam sana, dan kata-kata terakir thompson adalah “kita akan terus bersama dik”, aston pun tersenyum di dalam sana.

Dua puluh tahun mereka dinyatakan sebagai orang hilang, dan akhirnya mereka kembali setelah dua puluh tahun menjadi sebuah pohon, mereka datang ke penampungan, dan orang-orang kaget melihat mereka, dan ketika seseorang mendekati untuk menanyakan kabar mereka, orang itu langsung mengeluarkan matanya sampai mati mengeluarkan asap dan menjadi abu, thompson dan aston memakan mata yang terjatuh tersebut dan tertawa terbahak-bahak.

2 tahun kemudian, gibbley glare menjadi sebuah gurun.

.

pengarang danny aldana.

9 notes

  1. dannyaldana posted this